Rabu, 08 Februari 2017

Lelaki yang Cukup Bagiku


Apabila kelak aku melihatnya berdiri dengan berani ketika datang melamarku, maka aku harus tau bahwa sesungguhnya dia sedang merasa takut. Ketika dia dengan mantap mengucap ikrar sesungguhnya dia sedang gugup. Seluruh rasa takut dan gentar yang pernah dia alami semasa hidupnya seolah dijumlah dan ditimpakan sekaligus kepadanya pada hari aku resmi menjadi tanggung jawabnya.

Semenjak berpikir melanjutkan hidupnya bersamaku dia mulai merasa takut terhadap banyak hal. Kebutuhan materiku, bahagia hidupku, keselamatan akhiratku, segala tentangku yang nantinya akan dia perjuangkan habis-habisan.

Dengan segala keterbatasan itu, tak satupun yang berhasil menariknya mundur. Membuatnya menjauh, berpaling dariku. Meskipun tidak dititipi berbagai kelebihan yang bisa dibanggakan, perihal merelakanku, dia enggan. Semenjak mengenalku akrab dengan jiwa dan tutur kataku, dia tau bahwa akulah yang dia mau.

Dia bukan lelaki terbaik, mungkin tak romantis. Namun dia cukup menjelma menjadi apa yang aku butuhkan. Bahu yang kubutuhkan sebagai sandaran. Jemari yang kelak menghapus tiap tangisan, hingga jadi cakrawala tempatku menggantungkan impian. Dia cukup menjadi semuanya untukku.

Kelak, semoga dia itu kamu.


Ps : hati, bersabarlah. ya!
 

I'm a Glasses Girl Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang