Jumat, 22 Mei 2015

Sang Nyonya Rumah


Gembok dan kunci ku urus sendiri.

Tak seperti biasa, tak ada bunyi dan wangi di belakang sana, tak ada macam-macam asupan gizi.

Televisi hidup, seakan mati. Ruteku kamar, dapur, dan kamar mandi.

Sang nyonya rumah lama sudah tak di rumah.

Tikus yang dulu malu-malu, kini sudah berani menampakkan diri.

Senyap-senyap malam kuhabiskan bersama drama kesayangan.

Aku rindu pada sang nyonya rumah !!

Ku lepaskan kegilaan bersama teman, di luar sana aku lupa kesepian.

Namun di tengah keramaian sekalipun, pada akhirnya aku tetap butuh tempat yang tenang.


Doakan aku nyonya, sebentar lagi aku akan menyusulmu dan membawamu kembali di sampingku.

Senin, 11 Mei 2015

Perempuan (Syair)





Orang yang paling sering mendengarkan keluh kesah, kadang menyimpan kisah yang lebih perih di dalam dada.

Orang yang paling sering terlihat tertawa bahagia, kadang di tiap malam masih kerap menangisi sosok yang sama.

Orang itu adalah perempuan.

Dan begitulah perempuan, Ia diam-diam berbicara lantang lewat air mata.
Yang satu tetesnya, mengartikan begitu banyak kecewa.

Bukan cengeng, hanya tak tau harus cerita ke siapa.

Namun bukankah perempuan memang tercipta seperti itu? Mereka diciptakan untuk memiliki sesuatu dengan sepenuh hati, menjaganya dengan hati-hati.

Tak ingin perempuan lain menghiasi senyum si laki-laki.

Mereka tidak takut untuk bersaing, mereka hanya takut dirinya tak dianggap nyaman lagi, dirinya tidak dicari lagi.

-rombakan via Mbeer

Sabtu, 09 Mei 2015

Sebagai Seorang Wanita Yang Pernah Mencintaimu



Postingan yang lalu ternyata bukan tulisan terakhirku untukmu.




Sebagai seorang wanita yang pernah mencintaimu, bolehkah aku menyapa ?
 
Lama sudah semenjak entah A, aku baru lihat komentar mu di salah satu blog. "Kartu ku mati, jatuh tempo, tak pernah ku isi."

Di balik kata-kata tanpa balasan mu aku menaruh rindu, hai sedang apa kamu ??

Aku hanya penasaran bukan ingin balikan, tak juga ku batalkan semua block yang aku lakukan.

Apa kabar mu, juga kabar pacarmu ?

Sebentar lagi aku liburan, aku pulang, jika kau juga pulang. Berarti kita tak berbatasan samudra lagi, jika kau nanti pulang kita sudah bukan apa-apa lagi.

Ini balasan smsmu yang tertunda :

“Kita berteman mas, dengan cara yang berbeda.. aku dengan rindu yang berujung doa.

Aku bukan berniat untuk memutuskan tali silaturahmi, tapi aku hanya ingin sendiri, membiarkan hati, memberi kebahagiaan tidak langsung kepadamu dan kepadanya.

Aku sudah memaafkanmu sejak dulu

Ini sudah mei, aku yakin kamu pulang, tapi entah kapan. Selamat merindu dengan wanitamu, semoga langgeng dan berujung pernikahan. Aku tunggu kabar yang itu.

Aku ingin mengobrol tapi masih tak berani, aku ingin bercerita tapi masih ragu.

Selamat cuti bulan ini, semoga tetap bahagia A
 

I'm a Glasses Girl Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang